Langsung ke konten utama

Sebuah Ceritera

Aku menuliskan sebuah ceritera (ce.ri.te.ra = cerita) tentang aku dan kamu. Ceritera yang belum pernah aku tulis sebelumnya untuk siapapun, ceritera yang tak dapat ku lukiskan secara pasti betapa besarnya makna sebuah "pertemuan", meskipun itu hanya pertemuan singkat yang tak berarti bagi orang lain [[namun tidak denganku]]

Pertemuan yang dapat dihitung hari namun mampu merubah sebuah rasa, rasa yang sudah lama tak ku temukan. Lucu jika diingat namun tak pernah menjadi penyesalan bertemu denganmu. Sudah lama aku tak menyusuri rasa ini, sudah lama aku membeku, sudah lama aku tidak percaya dengan ini, tapi sekarang berubah. Aku berjalan pelan menuju rasa ini, sangat berhati-hati pada awalnya, ku lihat baik-baik sebelum mengambil sebuah keputusan. Ya, aku jatuh hati pada seseorang.
Seseorang yang bisa mencairkanku lagi, membuatku percaya bahkan sepenuhnya, membuatku belajar menjadi lebih dewasa,tidak bersikap kekanak-kanakan, tidak mengedepankan ego, dan banyak hal yang ia ajarkan kepadaku. Dan inilah yang ku maksud, aku senang bertemu dengan mu, bahkan mengenal mu.

Kadang aku tersenyum kecil jika mengingat tingkah ku yang tak jelas didepan mu, menahan rindu kapan kami bisa dipertemukan lagi dalam satu ruang dan waktu?

Dunia sungguh jenaka, dulu aku tidak percaya dengan sebuah rasa dalam jarak, bagiku itu tak kan bertahan lama. Namun Tuhan berkata lain, aku diberi jawaban bahwa tak ada rasa yang terhalang oleh jarak. Lucu memang, tapi ya inilah sekarang. Sebuah rasa yang didasari dengan "kepercayaan", tak harus bertemu selama sehari penuh, tak harus bercanda tawa 24 jam, semua punya porsi dan kesibukan masing-masing. Jarak dan sebuah kepercayaan mengajarkanku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Sebuah ceritera yang indah, yang mengajariku banyak hal, terimakasih.

Aku tak perlu menunjukkan tulisan ini kepadamu, karena aku yakin meskipun kamu tidak membacanya, kamu sudah paham dengan apa yang aku rasakan.
Dan jika kamu telah membacanya, ku ucapkan terima kasih atas waktu beberapa menitmu yg kau sempatkan untuk membuka ini🌛

Ceritera Bulan untuk Bumi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu

Jika buah mangga ditakdirkan memiliki rasa yang manis, begitu juga dengan kita.. yang telah ditakdirkan untuk saling bertemu dan mengenal. Ya, mengenalmu bukan sebuah rencanaku apalagi rencana kita. Tidak. Bahkan aku dan dirimu pun tidak mengerti apa yang bakal terjadi esok hari. Aku yakin semua ini sudah digariskan Allah untukku, terlebih lagi bisa menjadi temanmu, meskipun aku tidak tahu apakah kamu juga merasakan keberuntungan yang sama denganku? Beribu-ribu orang diluar sana yang berlalu-lalang berpapasan denganmu, melewatimu tanpa bertegur sapa, dan melihatmu.. Tapi kamu adalah seseorang yang menjadi sebuah keberuntungan untukku. Aku mampu melihatmu, bercengkrama denganmu, bercanda tawa, bahkan hanya sekedar tanya kabar. Peluang untuk mengenalmu hanya 1:100.000.000.000... dan seterusnya (tak terhingga), tapi kini Dia telah memberikan dimensi waktu dan ruang yang sama untukku dan untukmu agar bisa saling mengenal. Namun, saat ini kita berada digaris ruang yang berbeda. Aku b...

Bumi dan Bulan

Bumi dan Bulan - HIVI Bidadari biru berlarut melamun Merajut sendu berlinang embun Mengapa kau membiru menyapa seribu tanya Buat apa, bila tahu jawabnya Ooh, kita bagai bumi dan bulan Berpasangan walau tak sejalan Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia (Bagai bumi dan bulan) Mengapa kau bertanya (Bila kau tahu) bila kau tahu jawabnya Buat apa, kita takkan bersama (Dan kita tak akan bersama) (Oh oh oh oh) Biar cerita dikenang indahnya Jangan paksakan cinta 'kan ada Haruskah kisah dinoda benci Harimu yang nanti akan cerah kembali (kembali) Kita bagai bumi dan bulan (oh, kita bagai bumi dan bulan) Berpasangan walau tak sejalan (berpasangan walau tak sejalan) Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia kita bagai bumi dan bulan Berpasangan walau tak sejalan, hmm(berpasangan walau tak sejalan) Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia (Kita bagai, bumi bulan) Kita bagai, bagai bumi bulan (berpa...

Bangkit

"Aku mendukungmu dengan siapapun yang kamu pilih, asalkan dia terbaik buat kamu" "Kita pernah punya masa lalu yang buruk, saat ini kita harus bangkit. Bahkan aku yang sudah kenal dia bertahun-tahun pun harus rela melepaskannya. Semua itu ada hikmahnya" "Aku sekarang ga cari pacar, tapi cari pasangan yang baik, yang sama-sama mau berjuang" ---Beberapa penggal kalimat sahabat kecilku yang terngiang--- Dia bijak, ya bijak sekali. Dulu perihal luka lah dia yang menyembuhkan. Yang memberiku semangat. Yang menyadarkanku. Terima kasih, sob. Kadang saat ia berbicara guna menyadarkanku, ga kerasa langsung netes aja nih air mata:( Sial:( Tapi setelah itu aku berpikir dan merenungi kata-katanya ketika aku sudah mulai berdamai dengan hati. Semua yang ia katakan menurutku benar, memberiku energi positif, dan membangkitkanku dari luka. Tapi terkadang diriku masih susah melakukan saran-saran yang dia berikan, karena ego ku masih tinggi. Baginya, luka adalah sebua...