Aku menuliskan sebuah ceritera (ce.ri.te.ra = cerita) tentang aku dan kamu. Ceritera yang belum pernah aku tulis sebelumnya untuk siapapun, ceritera yang tak dapat ku lukiskan secara pasti betapa besarnya makna sebuah "pertemuan", meskipun itu hanya pertemuan singkat yang tak berarti bagi orang lain [[namun tidak denganku]]
Pertemuan yang dapat dihitung hari namun mampu merubah sebuah rasa, rasa yang sudah lama tak ku temukan. Lucu jika diingat namun tak pernah menjadi penyesalan bertemu denganmu. Sudah lama aku tak menyusuri rasa ini, sudah lama aku membeku, sudah lama aku tidak percaya dengan ini, tapi sekarang berubah. Aku berjalan pelan menuju rasa ini, sangat berhati-hati pada awalnya, ku lihat baik-baik sebelum mengambil sebuah keputusan. Ya, aku jatuh hati pada seseorang.
Seseorang yang bisa mencairkanku lagi, membuatku percaya bahkan sepenuhnya, membuatku belajar menjadi lebih dewasa,tidak bersikap kekanak-kanakan, tidak mengedepankan ego, dan banyak hal yang ia ajarkan kepadaku. Dan inilah yang ku maksud, aku senang bertemu dengan mu, bahkan mengenal mu.
Kadang aku tersenyum kecil jika mengingat tingkah ku yang tak jelas didepan mu, menahan rindu kapan kami bisa dipertemukan lagi dalam satu ruang dan waktu?
Dunia sungguh jenaka, dulu aku tidak percaya dengan sebuah rasa dalam jarak, bagiku itu tak kan bertahan lama. Namun Tuhan berkata lain, aku diberi jawaban bahwa tak ada rasa yang terhalang oleh jarak. Lucu memang, tapi ya inilah sekarang. Sebuah rasa yang didasari dengan "kepercayaan", tak harus bertemu selama sehari penuh, tak harus bercanda tawa 24 jam, semua punya porsi dan kesibukan masing-masing. Jarak dan sebuah kepercayaan mengajarkanku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Sebuah ceritera yang indah, yang mengajariku banyak hal, terimakasih.
Aku tak perlu menunjukkan tulisan ini kepadamu, karena aku yakin meskipun kamu tidak membacanya, kamu sudah paham dengan apa yang aku rasakan.
Dan jika kamu telah membacanya, ku ucapkan terima kasih atas waktu beberapa menitmu yg kau sempatkan untuk membuka ini🌛
Ceritera Bulan untuk Bumi
Kadang aku tersenyum kecil jika mengingat tingkah ku yang tak jelas didepan mu, menahan rindu kapan kami bisa dipertemukan lagi dalam satu ruang dan waktu?
Dunia sungguh jenaka, dulu aku tidak percaya dengan sebuah rasa dalam jarak, bagiku itu tak kan bertahan lama. Namun Tuhan berkata lain, aku diberi jawaban bahwa tak ada rasa yang terhalang oleh jarak. Lucu memang, tapi ya inilah sekarang. Sebuah rasa yang didasari dengan "kepercayaan", tak harus bertemu selama sehari penuh, tak harus bercanda tawa 24 jam, semua punya porsi dan kesibukan masing-masing. Jarak dan sebuah kepercayaan mengajarkanku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Sebuah ceritera yang indah, yang mengajariku banyak hal, terimakasih.
Aku tak perlu menunjukkan tulisan ini kepadamu, karena aku yakin meskipun kamu tidak membacanya, kamu sudah paham dengan apa yang aku rasakan.
Dan jika kamu telah membacanya, ku ucapkan terima kasih atas waktu beberapa menitmu yg kau sempatkan untuk membuka ini🌛
Ceritera Bulan untuk Bumi
Komentar
Posting Komentar