Bumi dan Bulan - HIVI
Bidadari biru berlarut melamun
Merajut sendu berlinang embun
Mengapa kau membiru menyapa seribu tanya
Merajut sendu berlinang embun
Mengapa kau membiru menyapa seribu tanya
Buat apa, bila tahu jawabnya
Ooh, kita bagai bumi dan bulan
Berpasangan walau tak sejalan
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
(Bagai bumi dan bulan)
Mengapa kau bertanya
(Bila kau tahu) bila kau tahu jawabnya
Buat apa, kita takkan bersama
(Dan kita tak akan bersama)
(Oh oh oh oh)
Biar cerita dikenang indahnya
Jangan paksakan cinta 'kan ada
Haruskah kisah dinoda benci
Harimu yang nanti akan cerah kembali (kembali)
Kita bagai bumi dan bulan (oh, kita bagai bumi dan bulan)
Berpasangan walau tak sejalan (berpasangan walau tak sejalan)
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
Ooh, kita bagai bumi dan bulan
Berpasangan walau tak sejalan
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
(Bagai bumi dan bulan)
Mengapa kau bertanya
(Bila kau tahu) bila kau tahu jawabnya
Buat apa, kita takkan bersama
(Dan kita tak akan bersama)
(Oh oh oh oh)
Biar cerita dikenang indahnya
Jangan paksakan cinta 'kan ada
Haruskah kisah dinoda benci
Harimu yang nanti akan cerah kembali (kembali)
Kita bagai bumi dan bulan (oh, kita bagai bumi dan bulan)
Berpasangan walau tak sejalan (berpasangan walau tak sejalan)
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
kita bagai bumi dan bulan
Berpasangan walau tak sejalan, hmm(berpasangan walau tak sejalan)
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
(Kita bagai, bumi bulan)
Kita bagai, bagai bumi bulan (berpasangan, tak sejalan)
Bulan mendengarkan lagu itu dengan kedua earphone yg ia pasang ditelinganya.
Menatap layar ponsel, tersenyum ketika teringat betapa konyol dirinya didepan Bumi. Bulan menggelengkan kepala sesekali, menepiskan memori-memori yg tiba2 terputar begitu saja. Ia tersenyum kecil sambil menghela nafas berat, mengingat bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat. Ia melepaskan Bumi, begitupun juga Bumi yg melepaskan Bulan. Tak ada masalah diantara mereka. Mungkin saja semua rasa yg ada diantara mereka hanyalah sebuah Fatamorgana. Tak nyata.
Buat apa diteruskan jika tak ada lagi rasa yg perlu diperjuangkan? Buat apa diperjuangkan jika mereka tau jawaban di akhir cerita?
Kini, Bulan dan Bumi menjalani hari yg baru.
Bulan yakin bahwa hari2nya dan hari2 Bumi akan menjadi lebih baik.
Bagi Bulan, tak perlu ada perasaan benci diantara dirinya dan Bumi. Biarkan semua mengalir begitu saja, hingga saat ini mereka tetaplah menjadi teman baik.
Ini tulisan terakhir untuk Bulan dan Bumi.
Selamat berbahagia untuk kalian berdua.
Terima kasih sudah mengisi ceritera blogger ini.
Berpasangan walau tak sejalan, hmm(berpasangan walau tak sejalan)
Mungkin kita harus belajar pada mereka
'Tuk tetap bahagia
(Kita bagai, bumi bulan)
Kita bagai, bagai bumi bulan (berpasangan, tak sejalan)
Bulan mendengarkan lagu itu dengan kedua earphone yg ia pasang ditelinganya.
Menatap layar ponsel, tersenyum ketika teringat betapa konyol dirinya didepan Bumi. Bulan menggelengkan kepala sesekali, menepiskan memori-memori yg tiba2 terputar begitu saja. Ia tersenyum kecil sambil menghela nafas berat, mengingat bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat. Ia melepaskan Bumi, begitupun juga Bumi yg melepaskan Bulan. Tak ada masalah diantara mereka. Mungkin saja semua rasa yg ada diantara mereka hanyalah sebuah Fatamorgana. Tak nyata.
Buat apa diteruskan jika tak ada lagi rasa yg perlu diperjuangkan? Buat apa diperjuangkan jika mereka tau jawaban di akhir cerita?
Kini, Bulan dan Bumi menjalani hari yg baru.
Bulan yakin bahwa hari2nya dan hari2 Bumi akan menjadi lebih baik.
Bagi Bulan, tak perlu ada perasaan benci diantara dirinya dan Bumi. Biarkan semua mengalir begitu saja, hingga saat ini mereka tetaplah menjadi teman baik.
Ini tulisan terakhir untuk Bulan dan Bumi.
Selamat berbahagia untuk kalian berdua.
Terima kasih sudah mengisi ceritera blogger ini.
Komentar
Posting Komentar