Jika buah mangga ditakdirkan memiliki rasa yang manis, begitu juga dengan kita.. yang telah ditakdirkan untuk saling bertemu dan mengenal. Ya, mengenalmu bukan sebuah rencanaku apalagi rencana kita. Tidak. Bahkan aku dan dirimu pun tidak mengerti apa yang bakal terjadi esok hari. Aku yakin semua ini sudah digariskan Allah untukku, terlebih lagi bisa menjadi temanmu, meskipun aku tidak tahu apakah kamu juga merasakan keberuntungan yang sama denganku?
Beribu-ribu orang diluar sana yang berlalu-lalang berpapasan denganmu, melewatimu tanpa bertegur sapa, dan melihatmu.. Tapi kamu adalah seseorang yang menjadi sebuah keberuntungan untukku. Aku mampu melihatmu, bercengkrama denganmu, bercanda tawa, bahkan hanya sekedar tanya kabar. Peluang untuk mengenalmu hanya 1:100.000.000.000... dan seterusnya (tak terhingga), tapi kini Dia telah memberikan dimensi waktu dan ruang yang sama untukku dan untukmu agar bisa saling mengenal.
Namun, saat ini kita berada digaris ruang yang berbeda. Aku berharap jika kamu selalu baik-baik saja disana, menikmati kehidupanmu, dan berteman dengan banyak orang. Aku pun juga begitu, aku disini akan melanjutkan cerita keseharianku tanpamu, berusaha menyambung cerita-cerita indah sebelumnya, dan aku berharap dirimu lah yang akan mengakhiri ceritaku untuk tetap menjadi indah.
Namun, saat ini kita berada digaris ruang yang berbeda. Aku berharap jika kamu selalu baik-baik saja disana, menikmati kehidupanmu, dan berteman dengan banyak orang. Aku pun juga begitu, aku disini akan melanjutkan cerita keseharianku tanpamu, berusaha menyambung cerita-cerita indah sebelumnya, dan aku berharap dirimu lah yang akan mengakhiri ceritaku untuk tetap menjadi indah.
Komentar
Posting Komentar