"Aku mendukungmu dengan siapapun yang kamu pilih, asalkan dia terbaik buat kamu"
"Kita pernah punya masa lalu yang buruk, saat ini kita harus bangkit. Bahkan aku yang sudah kenal dia bertahun-tahun pun harus rela melepaskannya. Semua itu ada hikmahnya"
"Aku sekarang ga cari pacar, tapi cari pasangan yang baik, yang sama-sama mau berjuang"
---Beberapa penggal kalimat sahabat kecilku yang terngiang---
Dia bijak, ya bijak sekali. Dulu perihal luka lah dia yang menyembuhkan. Yang memberiku semangat. Yang menyadarkanku. Terima kasih, sob.
Kadang saat ia berbicara guna menyadarkanku, ga kerasa langsung netes aja nih air mata:( Sial:(
Tapi setelah itu aku berpikir dan merenungi kata-katanya ketika aku sudah mulai berdamai dengan hati. Semua yang ia katakan menurutku benar, memberiku energi positif, dan membangkitkanku dari luka.
Tapi terkadang diriku masih susah melakukan saran-saran yang dia berikan, karena ego ku masih tinggi. Baginya, luka adalah sebuah pembelajaran, sebuah hikmah yang Allah kasih, bukan sebuah keputusan yang membuat hati berubah menjadi dingin.
Kini aku harus berdamai dengan hati, berdamai dengan keadaan, berdamai dengan masa lalu. Semua orang pasti pernah terluka, ntah mungkin luka yang orang lain rasakan pasti lebih berat daripada aku. Aku tersadar, aku saja yang takut melangkah. Aku penakut.
Teruntuk kamu, maafkan aku yang terlalu kaku, terlalu membesarkan ego daripada hati, maafkan wanita lemah dan penakut ini. Tak seharusnya aku bersikap seperti itu, aku sadar bahwa luka ku adalah masa lalu ku, bukan penghalang masa depan. Aku jahat terhadap diriku sendiri, yang sudah menutup hati padahal berulang kali mencoba meyakinkan diri bahwa tak semua lelaki itu sama.
Teruntuk kamu, jika suatu saat nanti kamu menemukan wanita yang tidak serumit aku, yang lemah lembut, yang kuat, aku berharap jaga ia baik-baik, jaga hatinya, karena aku yakin disetiap sujudnya terbisik nama mu. Ia cerminan sisi terbaikmu, lindungi hatinya sekalipun didalam amarah ((kok auto nyanyi sih aku wkwk))
Dan teruntuk sebuah luka, aku berterima kasih atas pelajaran yang berharga sehingga membuatku lebih berhati-hati. Aku yakin, luka yang aku alami adalah jalan dari Allah untuk menjadikanku lebih baik. Mulai saat ini aku mencoba berdamai denganmu, aku tak mau jika luka membuat hatiku menjadi dingin. Aku akan mengalahkan egoku. Aku akan bangkit.
Aku juga berterima kasih kepada diriku sendiri yang kali ini mau melangkah setelah sekian lama terjebak.
"Kita pernah punya masa lalu yang buruk, saat ini kita harus bangkit. Bahkan aku yang sudah kenal dia bertahun-tahun pun harus rela melepaskannya. Semua itu ada hikmahnya"
"Aku sekarang ga cari pacar, tapi cari pasangan yang baik, yang sama-sama mau berjuang"
---Beberapa penggal kalimat sahabat kecilku yang terngiang---
Dia bijak, ya bijak sekali. Dulu perihal luka lah dia yang menyembuhkan. Yang memberiku semangat. Yang menyadarkanku. Terima kasih, sob.
Kadang saat ia berbicara guna menyadarkanku, ga kerasa langsung netes aja nih air mata:( Sial:(
Tapi setelah itu aku berpikir dan merenungi kata-katanya ketika aku sudah mulai berdamai dengan hati. Semua yang ia katakan menurutku benar, memberiku energi positif, dan membangkitkanku dari luka.
Tapi terkadang diriku masih susah melakukan saran-saran yang dia berikan, karena ego ku masih tinggi. Baginya, luka adalah sebuah pembelajaran, sebuah hikmah yang Allah kasih, bukan sebuah keputusan yang membuat hati berubah menjadi dingin.
Kini aku harus berdamai dengan hati, berdamai dengan keadaan, berdamai dengan masa lalu. Semua orang pasti pernah terluka, ntah mungkin luka yang orang lain rasakan pasti lebih berat daripada aku. Aku tersadar, aku saja yang takut melangkah. Aku penakut.
Teruntuk kamu, maafkan aku yang terlalu kaku, terlalu membesarkan ego daripada hati, maafkan wanita lemah dan penakut ini. Tak seharusnya aku bersikap seperti itu, aku sadar bahwa luka ku adalah masa lalu ku, bukan penghalang masa depan. Aku jahat terhadap diriku sendiri, yang sudah menutup hati padahal berulang kali mencoba meyakinkan diri bahwa tak semua lelaki itu sama.
Teruntuk kamu, jika suatu saat nanti kamu menemukan wanita yang tidak serumit aku, yang lemah lembut, yang kuat, aku berharap jaga ia baik-baik, jaga hatinya, karena aku yakin disetiap sujudnya terbisik nama mu. Ia cerminan sisi terbaikmu, lindungi hatinya sekalipun didalam amarah ((kok auto nyanyi sih aku wkwk))
Dan teruntuk sebuah luka, aku berterima kasih atas pelajaran yang berharga sehingga membuatku lebih berhati-hati. Aku yakin, luka yang aku alami adalah jalan dari Allah untuk menjadikanku lebih baik. Mulai saat ini aku mencoba berdamai denganmu, aku tak mau jika luka membuat hatiku menjadi dingin. Aku akan mengalahkan egoku. Aku akan bangkit.
Aku juga berterima kasih kepada diriku sendiri yang kali ini mau melangkah setelah sekian lama terjebak.
Komentar
Posting Komentar