Langsung ke konten utama

Bangkit

"Aku mendukungmu dengan siapapun yang kamu pilih, asalkan dia terbaik buat kamu"
"Kita pernah punya masa lalu yang buruk, saat ini kita harus bangkit. Bahkan aku yang sudah kenal dia bertahun-tahun pun harus rela melepaskannya. Semua itu ada hikmahnya"
"Aku sekarang ga cari pacar, tapi cari pasangan yang baik, yang sama-sama mau berjuang"
---Beberapa penggal kalimat sahabat kecilku yang terngiang---

Dia bijak, ya bijak sekali. Dulu perihal luka lah dia yang menyembuhkan. Yang memberiku semangat. Yang menyadarkanku. Terima kasih, sob.
Kadang saat ia berbicara guna menyadarkanku, ga kerasa langsung netes aja nih air mata:( Sial:(
Tapi setelah itu aku berpikir dan merenungi kata-katanya ketika aku sudah mulai berdamai dengan hati. Semua yang ia katakan menurutku benar, memberiku energi positif, dan membangkitkanku dari luka.
Tapi terkadang diriku masih susah melakukan saran-saran yang dia berikan, karena ego ku masih tinggi. Baginya, luka adalah sebuah pembelajaran, sebuah hikmah yang Allah kasih, bukan sebuah keputusan yang membuat hati berubah menjadi dingin.

Kini aku harus berdamai dengan hati, berdamai dengan keadaan, berdamai dengan masa lalu. Semua orang pasti pernah terluka, ntah mungkin luka yang orang lain rasakan pasti lebih berat daripada aku. Aku tersadar, aku saja yang takut melangkah. Aku penakut.

Teruntuk kamu, maafkan aku yang terlalu kaku, terlalu membesarkan ego daripada hati, maafkan wanita lemah dan penakut ini. Tak seharusnya aku bersikap seperti itu, aku sadar bahwa luka ku adalah masa lalu ku, bukan penghalang masa depan. Aku jahat terhadap diriku sendiri, yang sudah menutup hati padahal berulang kali mencoba meyakinkan diri bahwa tak semua lelaki itu sama.
Teruntuk kamu, jika suatu saat nanti kamu menemukan wanita yang tidak serumit aku, yang lemah lembut, yang kuat, aku berharap jaga ia baik-baik, jaga hatinya, karena aku yakin disetiap sujudnya terbisik nama mu. Ia cerminan sisi terbaikmu, lindungi hatinya sekalipun didalam amarah ((kok auto nyanyi sih aku wkwk))

Dan teruntuk sebuah luka, aku berterima kasih atas pelajaran yang berharga sehingga membuatku lebih berhati-hati. Aku yakin, luka yang aku alami adalah jalan dari Allah untuk menjadikanku lebih baik. Mulai saat ini aku mencoba berdamai denganmu, aku tak mau jika luka membuat hatiku menjadi dingin. Aku akan mengalahkan egoku. Aku akan bangkit.

Aku juga berterima kasih kepada diriku sendiri yang kali ini mau melangkah setelah sekian lama terjebak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu

Jika buah mangga ditakdirkan memiliki rasa yang manis, begitu juga dengan kita.. yang telah ditakdirkan untuk saling bertemu dan mengenal. Ya, mengenalmu bukan sebuah rencanaku apalagi rencana kita. Tidak. Bahkan aku dan dirimu pun tidak mengerti apa yang bakal terjadi esok hari. Aku yakin semua ini sudah digariskan Allah untukku, terlebih lagi bisa menjadi temanmu, meskipun aku tidak tahu apakah kamu juga merasakan keberuntungan yang sama denganku? Beribu-ribu orang diluar sana yang berlalu-lalang berpapasan denganmu, melewatimu tanpa bertegur sapa, dan melihatmu.. Tapi kamu adalah seseorang yang menjadi sebuah keberuntungan untukku. Aku mampu melihatmu, bercengkrama denganmu, bercanda tawa, bahkan hanya sekedar tanya kabar. Peluang untuk mengenalmu hanya 1:100.000.000.000... dan seterusnya (tak terhingga), tapi kini Dia telah memberikan dimensi waktu dan ruang yang sama untukku dan untukmu agar bisa saling mengenal. Namun, saat ini kita berada digaris ruang yang berbeda. Aku b...

Bumi dan Bulan

Bumi dan Bulan - HIVI Bidadari biru berlarut melamun Merajut sendu berlinang embun Mengapa kau membiru menyapa seribu tanya Buat apa, bila tahu jawabnya Ooh, kita bagai bumi dan bulan Berpasangan walau tak sejalan Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia (Bagai bumi dan bulan) Mengapa kau bertanya (Bila kau tahu) bila kau tahu jawabnya Buat apa, kita takkan bersama (Dan kita tak akan bersama) (Oh oh oh oh) Biar cerita dikenang indahnya Jangan paksakan cinta 'kan ada Haruskah kisah dinoda benci Harimu yang nanti akan cerah kembali (kembali) Kita bagai bumi dan bulan (oh, kita bagai bumi dan bulan) Berpasangan walau tak sejalan (berpasangan walau tak sejalan) Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia kita bagai bumi dan bulan Berpasangan walau tak sejalan, hmm(berpasangan walau tak sejalan) Mungkin kita harus belajar pada mereka 'Tuk tetap bahagia (Kita bagai, bumi bulan) Kita bagai, bagai bumi bulan (berpa...